Kini, aku mengerti.
Jarak mampu mengubah suatu hubungan.
Dahulu,
tiap detik, tiap menit selalu kita habiskan bersama.
Sekedar tuk
melepas penat dari rumus rumus kimia-fisika yang telah seharian menemani
kita, berbagi keluh kesah beratnya kehidupan, atau sekedar saling
bertukar canda dan tawa.
Namun, saat ini, tuk
sekedar bertegur sapa pun susah.
Bagaimana kita akan menghabiskan waktu
bersama lagi?
Ya, jaraklah yang memisahkan kita.
Menghalangi kita tuk berbagi kasih seperti dahulu kala.
Jujur, aku iri dengan teman-teman barumu.
Mereka dapat selalu ada disampingmu saat ini.
Mereka yang membuatmu terseyum.
Mereka yang menjadi tempat kau berkeluh kesah.
Aku
rindu kita yang dahulu, yang selalu bersama tak kenal waktu, bagaikan
perangko yang melekat pada amplopnya, begitulah seharusnya kita.
Rindu,
itulah yang kurasakan saat ini. Tapi apa boleh buat? Kau sibuk dengan
dunia barumu, tak mungkin sempat kau mengingatku, kawan.
Tak apa, aku tak apa.
Cukup dengan kau bahagia, cukup dengan kau nyaman dengan dunia barumu.
Aku turut senang.
surabaya, 21 Oktober 2018.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar